Kue Cina Peranakan Yang Kaya Rasa
Wajik merupakan kue yang terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan gula merah.
Tekstur wajik kenyat lembut, dengan aroma harum dari daun pandan. Wajik merupakan jenis kue Cina peranakan Indonesia. Negeri Jiran Malaysia mengenal wajik dan menyajikannya dalam perayaan hari besar seperti Lebaran. Wajik Malaysia kaya tekstur dan rasa. Ada yang basah, dan ada yang kering. Wajik basah seperti layaknya kue wajik Indonesia, teksturnya kenyal lembut. Sedangkan wajik kering, teksturnya sedikit keras berdetus. Dibuat dalam ukuran kecil, dibungkus dengan kertas minyak warna-warni. Wajik Malaysia juga kaya rasa, karena wajik mudah divariasikan dengan aneka bahan sehingga tercipta rasa baru, seperti wajik rasa durian. Bagaimana dengan di Indonesia? Wajik yang selama ini dikenal teskturnya lembut kenyal dengan aroma harum. Ada yang menambahkan buah nangka agar aroma dan rasanya kian lezat.
Akulturasi budaya memungkinkan kue yang senantiasa tersaji pada perayaan Imlek ini, disuguhkan pula oleh masyarakat dari berbagai daerah, pada hari besar keagamaan maupun acara ritual.
Di Indonesia, wajik populer berwarna cokelat. Walaupun ada warna merah atau cokelat kehitaman, di antaranya dikenal dalam masyarakat Betawi, Jawa dan Bali.
resep wajik betawi (22),sejarah kue wajik (14),cara membuat wajik betawi (10)
Rabu, 11 Maret 2015
mmm
A.
Jajanan Tradisional Tetel (Jadah)
Makanan tradisional tetel (bahasa Jawa)
disebut jadah dalam versi Betawi. Di beberapa daerah disebut juga wajik.
Terbuat dari bahan utama beras ketan yang sebelumnya direndam semalam. Setelah
rendaman beras ketas ditiriskan, langkah selanjutnya adalah dicampur dengan
parutan kelapa dan dimasak hingga tanak. Kalau sudah matang, campuran tersebut
kemudian ditumbuk (bahasa Jawa: dideplok) hingga tercampur secara rata. Pada
umumnya tetel tidak langsung dipotong saat masih panas. Tapi dicetak dulu
sesuai tempat yang diinginkan. Baru deh kalau sudah dingin tetel bisa
dipotong-potong untuk suguhan tamu. Variasi bentuk penyajian tetel beraneka
ragam sesuai kreatifitas pembuatnya. Ada yang dibentuk bundar mengikuti
wadahnya, ada juga yang kotak. Kalau di desa-desa biasanya bentuknya nggak
anek-aneh, paling-paling kotak biasa/persegi panjang. Jenis gula yang dipakai
bisa berupa gula jawa atau gula batok (untuk ketan salak warna coklat) atau
gula pasir (untuk warna hijau, merah muda atau kuning). Tetel hadir dalam
hajatan pernikahan atau sunatan, selamatan orang meninggal, dll. Kalau untuk
prosesi lamaran, tetel mengandung makna ‘pengental’ atau perekat hubungan
antara kedua calon mempelai pria dan wanita. Dan memang pada kenyataannya,
bentuk fisik tetel suka lengket kalau diambil pakai tangan kosong.
Cara memperoleh bahan yaitu bisa dengan
membeli dan digunakan dalam upacara agama salah satunya: Selamatan orang
meninggal. Pengolahan makanannya yaitu melalui proses pemasakan.
CARA
MEMBUAT TETEL/JADAH Bahan-bahan :
• 500 gram beras ketan putih
• 1/2 butir kelapa muda, parut memanjang
• 75 ml, air panas
• Garam secukupnya
• Daun pisang secukupnya
Langkah-Langkah Membuat Tetel
1. Cuci bersih ketan dan rendam selama
semalam
2. Kukus ketan hingga setengan matang,
angkat
3. Campur ketan dengan air, diamkan hingga
air meresap
4. Panaskan panci pengukus, lalu kukus
ketan hingga matang, angkat
5. Kemudian campur ketan kukus, kelapa muda
dan garam, aduk rata
6. Tata daun pisang didalam ember, masukkan
campuran ketan dan kelapa tadi lalu tekan-tekan sampai halus
7. Untuk lebih halus lagi tekan dengan
ulekan yang dibungkus plastik terlebih dahulu, setelai halus dan tidak berbutir
lagi, bungkus dengan daun pisang dan padatkan. Potong sesuai selera
8. Tetel siap di hidangkan
Cara Penyajiannya : Dengan cara di
tampahkan
Fungsi Sajiannya
1. Sebagai bentuk ungkapan Ikatan Sosial
2. Sebagai bentuk ungkapan Solidaritas
Kelompok
3. Sebagai bentuk makanan dan ketegangan
Jiwa
<p><strong>Kue Cina Peranakan
Yang Kaya Rasa</strong></p>
<p><strong>Wajik</strong>
merupakan kue yang terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan
dan gula merah.</p>
<p>Tekstur wajik kenyat lembut,
dengan aroma harum dari daun pandan. Wajik merupakan jenis kue Cina peranakan
Indonesia. Negeri Jiran Malaysia mengenal wajik dan menyajikannya dalam
perayaan hari besar seperti Lebaran. Wajik Malaysia kaya tekstur dan rasa. Ada
yang basah, dan ada yang kering. Wajik basah seperti layaknya kue wajik
Indonesia, teksturnya kenyal lembut. Sedangkan wajik kering, teksturnya sedikit
keras berdetus. Dibuat dalam ukuran kecil, dibungkus dengan kertas minyak
warna-warni. Wajik Malaysia juga kaya rasa, karena wajik mudah divariasikan
dengan aneka bahan sehingga tercipta rasa baru, seperti wajik rasa durian.
Bagaimana dengan di Indonesia? Wajik yang selama ini dikenal teskturnya lembut
kenyal dengan aroma harum. Ada yang menambahkan buah nangka agar aroma dan
rasanya kian lezat.</p>
<p>Akulturasi budaya memungkinkan kue
yang senantiasa tersaji pada perayaan Imlek ini, disuguhkan pula oleh
masyarakat dari berbagai daerah, pada hari besar keagamaan maupun acara
ritual.</p>
<p>Di Indonesia,
<strong>wajik</strong> populer berwarna <a
href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/menyimpan-cokelat">cokelat</a>.
Walaupun ada warna merah atau cokelat kehitaman, di antaranya dikenal dalam
masyarakat Betawi, Jawa dan Bali.</p>
<strong><a
href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/wajik"
title="resep wajik betawi">resep wajik betawi</a>
(22)</strong>,<strong><a
href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/wajik"
title="sejarah kue wajik">sejarah kue wajik</a> (14)</strong>,<strong><a
href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/wajik"
title="cara membuat wajik betawi">cara membuat wajik
betawi</a> (10)</strong>
Langganan:
Komentar (Atom)