Rabu, 11 Maret 2015

sejarah kue wajik

Kue Cina Peranakan Yang Kaya Rasa
Wajik merupakan kue yang terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan gula merah.
Tekstur wajik kenyat lembut, dengan aroma harum dari daun pandan. Wajik merupakan jenis kue Cina peranakan Indonesia. Negeri Jiran Malaysia mengenal wajik dan menyajikannya dalam perayaan hari besar seperti Lebaran. Wajik Malaysia kaya tekstur dan rasa. Ada yang basah, dan ada yang kering. Wajik basah seperti layaknya kue wajik Indonesia, teksturnya kenyal lembut. Sedangkan wajik kering, teksturnya sedikit keras berdetus. Dibuat dalam ukuran kecil, dibungkus dengan kertas minyak warna-warni. Wajik Malaysia juga kaya rasa, karena wajik mudah divariasikan dengan aneka bahan sehingga tercipta rasa baru, seperti wajik rasa durian. Bagaimana dengan di Indonesia? Wajik yang selama ini dikenal teskturnya lembut kenyal dengan aroma harum. Ada yang menambahkan buah nangka agar aroma dan rasanya kian lezat.
Akulturasi budaya memungkinkan kue yang senantiasa tersaji pada perayaan Imlek ini, disuguhkan pula oleh masyarakat dari berbagai daerah, pada hari besar keagamaan maupun acara ritual.
Di Indonesia, wajik populer berwarna cokelat. Walaupun ada warna merah atau cokelat kehitaman, di antaranya dikenal dalam masyarakat Betawi, Jawa dan Bali.
resep wajik betawi (22),sejarah kue wajik (14),cara membuat wajik betawi (10)

mmm



A.      Jajanan Tradisional Tetel (Jadah)
Makanan tradisional tetel (bahasa Jawa) disebut jadah dalam versi Betawi. Di beberapa daerah disebut juga wajik. Terbuat dari bahan utama beras ketan yang sebelumnya direndam semalam. Setelah rendaman beras ketas ditiriskan, langkah selanjutnya adalah dicampur dengan parutan kelapa dan dimasak hingga tanak. Kalau sudah matang, campuran tersebut kemudian ditumbuk (bahasa Jawa: dideplok) hingga tercampur secara rata. Pada umumnya tetel tidak langsung dipotong saat masih panas. Tapi dicetak dulu sesuai tempat yang diinginkan. Baru deh kalau sudah dingin tetel bisa dipotong-potong untuk suguhan tamu. Variasi bentuk penyajian tetel beraneka ragam sesuai kreatifitas pembuatnya. Ada yang dibentuk bundar mengikuti wadahnya, ada juga yang kotak. Kalau di desa-desa biasanya bentuknya nggak anek-aneh, paling-paling kotak biasa/persegi panjang. Jenis gula yang dipakai bisa berupa gula jawa atau gula batok (untuk ketan salak warna coklat) atau gula pasir (untuk warna hijau, merah muda atau kuning). Tetel hadir dalam hajatan pernikahan atau sunatan, selamatan orang meninggal, dll. Kalau untuk prosesi lamaran, tetel mengandung makna ‘pengental’ atau perekat hubungan antara kedua calon mempelai pria dan wanita. Dan memang pada kenyataannya, bentuk fisik tetel suka lengket kalau diambil pakai tangan kosong.

Cara memperoleh bahan yaitu bisa dengan membeli dan digunakan dalam upacara agama salah satunya: Selamatan orang meninggal. Pengolahan makanannya yaitu melalui proses pemasakan.

 CARA MEMBUAT TETEL/JADAH Bahan-bahan :
• 500 gram beras ketan putih
• 1/2 butir kelapa muda, parut memanjang
• 75 ml, air panas
• Garam secukupnya
• Daun pisang secukupnya

Langkah-Langkah Membuat Tetel
1. Cuci bersih ketan dan rendam selama semalam
2. Kukus ketan hingga setengan matang, angkat
3. Campur ketan dengan air, diamkan hingga air meresap
4. Panaskan panci pengukus, lalu kukus ketan hingga matang, angkat
5. Kemudian campur ketan kukus, kelapa muda dan garam, aduk rata
6. Tata daun pisang didalam ember, masukkan campuran ketan dan kelapa tadi lalu tekan-tekan sampai halus
7. Untuk lebih halus lagi tekan dengan ulekan yang dibungkus plastik terlebih dahulu, setelai halus dan tidak berbutir lagi, bungkus dengan daun pisang dan padatkan. Potong sesuai selera
8. Tetel siap di hidangkan

Cara Penyajiannya : Dengan cara di tampahkan


Fungsi Sajiannya
1. Sebagai bentuk ungkapan Ikatan Sosial
2. Sebagai bentuk ungkapan Solidaritas Kelompok
3. Sebagai bentuk makanan dan ketegangan Jiwa




<p><strong>Kue Cina Peranakan Yang Kaya Rasa</strong></p>
<p><strong>Wajik</strong> merupakan kue yang terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan gula merah.</p>
<p>Tekstur wajik kenyat lembut, dengan aroma harum dari daun pandan. Wajik merupakan jenis kue Cina peranakan Indonesia. Negeri Jiran Malaysia mengenal wajik dan menyajikannya dalam perayaan hari besar seperti Lebaran. Wajik Malaysia kaya tekstur dan rasa. Ada yang basah, dan ada yang kering. Wajik basah seperti layaknya kue wajik Indonesia, teksturnya kenyal lembut. Sedangkan wajik kering, teksturnya sedikit keras berdetus. Dibuat dalam ukuran kecil, dibungkus dengan kertas minyak warna-warni. Wajik Malaysia juga kaya rasa, karena wajik mudah divariasikan dengan aneka bahan sehingga tercipta rasa baru, seperti wajik rasa durian. Bagaimana dengan di Indonesia? Wajik yang selama ini dikenal teskturnya lembut kenyal dengan aroma harum. Ada yang menambahkan buah nangka agar aroma dan rasanya kian lezat.</p>
<p>Akulturasi budaya memungkinkan kue yang senantiasa tersaji pada perayaan Imlek ini, disuguhkan pula oleh masyarakat dari berbagai daerah, pada hari besar keagamaan maupun acara ritual.</p>
<p>Di Indonesia, <strong>wajik</strong> populer berwarna <a href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/menyimpan-cokelat">cokelat</a>. Walaupun ada warna merah atau cokelat kehitaman, di antaranya dikenal dalam masyarakat Betawi, Jawa dan Bali.</p>
<strong><a href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/wajik" title="resep wajik betawi">resep wajik betawi</a> (22)</strong>,<strong><a href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/wajik" title="sejarah kue wajik">sejarah kue wajik</a> (14)</strong>,<strong><a href="http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/06/wajik" title="cara membuat wajik betawi">cara membuat wajik betawi</a> (10)</strong>